BOGOR-i-News.
Persoalan penggunaan Akses jalan Swadaya warga di Gang RT 01/RW 09,Dusun 2,Desa Gandoang,Kecamatan Cileungsi,Kabupaten Bogor,menjadi perhatian warga setempat.Keluarga besar Nemin Bin Nelan Bin Iran selaku Pihak yang mengaku sebagai Ahli Waris pemilik lahan menyatakan keberatan atas penggunaan jalan tersebut untuk Aktivitas Proyek pembangunan Kavling.
Menurut keterangan pihak Keluarga,jalan tersebut sejak awal diberikan oleh Nemin Bin Nelan Bin Iran untuk Kepentingan Masyarakat umum,termasuk menunjang Aktivitas dan Mobilitas Warga sekitar.Namun,pihak keluarga mengaku tidak menerima adanya Penggunaan Akses jalan tersebut untuk kepentingan Proyek Kavling yang dinilai belum didahului Komunikasi maupun Permohonan izin kepada Keluarga Ahli Waris dan Warga setempat.
Pihak keluarga menyampaikan bahwa mereka telah berupaya menyelesaikan persoalan ini melalui Mediasi bersama Pemerintah setempat,mulai dari Kepala Dusun,RT,RW,hingga Pemerintah Desa Gandoang.Namun,menurut Keterangan Keluarga,pihak pengembang tidak Hadir dalam Mediasi tersebut sehingga belum ditemukan kesepakatan bersama.
Keluarga Ahli waris mengaku telah memberikan tenggang waktu hingga Senin,26 Oktober 2026,agar pihak pengembang dapat menunjukan Itikad baik untuk berkomunikasi dan mencari Solusi.Karena belum adanya Penyelesaian yang disepakati,pihak keluarga bersama Warga sekitar akhirnya memasang Portal bambu setinggi kurang lebih 2 meter untuk membatasi Akses Kendaraan Proyek,khususnya kendaraan besar yang hendak melintas menuju pembangunan Kavling.
Meski demikian,berdasarkan Keterangan pihak keluarga,akses jalan tersebut masih dapat dilalui warga sekitar menggunakan Motor maupun Mobil Pribadi.Pihak keluarga dan Warga menegaskan bahwa mereka tidak serta Merta menilak aktivitas Pembangunan.Mereka berharap adanya Komunikasi yang baik,izin yang jelas,serta kesepakatan bersama agar persoalan penggunaan jalan tersebut dapat diselesaikan tanpa menimbulkan Konflik berkepanjangan.
“Kami masih menunggu itikad baik dari pihak Pengembang”,demikian pernyataan pihak keluarga besar Nemin Bin Nelan Bin Iran.
Hingga berita ini diterbitkan,belum ada keterangan dan informasi lanjut dari pihak pengembang terkait persoalan tersebut.
Red (G.A)












