Siswa Kelas 7 SMPN 1 Krian Diduga Dianiaya Senior, Keluarga Minta Kasus Diusut Tuntas

IMG 20260822 WA0012
2 / 100 SEO Score


SIDOARJO – Dugaan kekerasan terhadap seorang siswa kelas 7 SMPN 1 Krian, Sidoarjo, mendapat perhatian serius dari pihak keluarga. Siswa yang disebut dengan nama samaran Exzel tersebut diduga menjadi korban tindakan kekerasan fisik dan tekanan psikologis yang melibatkan sejumlah siswa senior pada Kamis (20/8/2026).
Informasi yang dihimpun menyebutkan, peristiwa bermula ketika korban diduga dibawa oleh lebih dari delapan siswa kelas 9 menuju area parkir sekolah. Korban kemudian disebut diarahkan ke bagian belakang sekolah yang berada tidak jauh dari area makam.
Peristiwa tersebut kemudian berlanjut. Korban diduga dibawa menggunakan sepeda motor menuju sebuah lahan kosong yang berjarak sekitar 200 meter dari lingkungan sekolah. Saat berada di perjalanan, korban disebut berada di antara dua siswa, sementara beberapa siswa lainnya mengikuti dari belakang.
Setibanya di lokasi, korban diduga mengalami kekerasan secara bersama-sama. Ia disebut mendapat pukulan secara bergantian dan mengalami tindakan kekerasan menggunakan rokok yang mengakibatkan luka pada bagian tubuh.
Pihak keluarga menilai dugaan tindakan tersebut sudah tidak dapat dipandang sebagai kenakalan remaja biasa. Mereka juga mempertanyakan bagaimana pengawasan terhadap siswa dilakukan hingga korban diduga dapat dibawa keluar dari lingkungan sekolah.
Tidak hanya kondisi fisik, keluarga juga mengkhawatirkan kondisi psikologis korban pascakejadian. Korban disebut mengalami ketakutan dan lebih banyak menarik diri dari lingkungan sosial. Keluarga berharap adanya pendampingan yang tepat untuk membantu proses pemulihan korban.
Pihak keluarga meminta sekolah mengambil langkah serius dalam menangani persoalan tersebut. Mereka berharap keselamatan korban menjadi prioritas dan dugaan keterlibatan sejumlah siswa dapat ditelusuri secara menyeluruh.
Karena belum puas dengan penanganan yang dilakukan secara internal, orang tua korban menyatakan mempertimbangkan langkah hukum. Mereka berencana berkoordinasi dengan lembaga perlindungan perempuan dan anak serta Dinas Pendidikan Kabupaten Sidoarjo untuk mendapatkan penanganan dan pendampingan lebih lanjut.
Keluarga juga meminta adanya evaluasi terhadap sistem pengawasan di lingkungan sekolah. Mereka berharap proses penanganan kasus dapat dilakukan secara transparan serta mengutamakan perlindungan terhadap korban dan pencegahan agar kejadian serupa tidak terulang.
(Yan/Red)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *