KARAWANG, JAWA BARAT — Suasana kontestasi Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) Desa Pamekaran 2026, Kecamatan Banyusari, Kabupaten Karawang, dinilai semakin memanas menjelang hari pemilihan. Ketegangan antar pendukung ketiga calon Kades terasa semakin nyata di tengah masyarakat.
Tiga Nama Calon Kades Pamekaran
Tercatat tiga nama yang bertarung dalam Pilkades Pamekaran periode 2026–2034, yaitu:
- Nomor Urut 1: H. Ahmad Kholil — petahana yang maju untuk kedua kalinya
- Nomor Urut 2: H. Nana Bunyana
- Nomor Urut 3: Damanhuri
Dugaan Pelanggaran Netralitas
Sejumlah narasumber yang dimintai keterangan oleh awak media dan meminta identitasnya tidak dipublikasikan, menyampaikan kekhawatiran terkait kinerja Panitia Pelaksana atau yang dikenal sebagai Tim 11.
“Banyak sekali staf desa ikut cawe-cawe masuk ke kubu petahana salah satu calon. Bahkan Tim 11 itu sendiri dinilai belum sepenuhnya mampu menjaga sikap netral di lapangan,” ujar salah satu warga yang enggan disebut namanya.
Kekhawatiran tersebut diperkuat dengan terjadinya sejumlah insiden di lapangan. Belum lama ini tercatat adanya laporan berupa dugaan intervensi, tindakan penghadangan, hingga kasus pemukulan yang menimpa salah satu pendukung calon, yang kini sudah berlanjut ke proses hukum.
Pernyataan Pihak Berwenang
Merespons situasi tersebut, Camat Banyusari, Ibu Tri Warakanti, beserta pihak Polsek Banyusari telah menegaskan komitmen mereka untuk menjaga netralitas dan ketertiban selama proses Pilkades berlangsung.
Pihak Kecamatan dan Kepolisian meminta seluruh elemen masyarakat, panitia, maupun pendukung masing-masing calon untuk tetap menjaga kondusivitas. Seluruh proses pemilihan diharapkan berjalan jujur, adil, dan bebas dari tekanan maupun intimidasi dari pihak mana pun.
Harapan Masyarakat
Masyarakat berharap pihak berwenang dapat segera menindaklanjuti berbagai laporan yang masuk, memulihkan kepercayaan terhadap proses demokrasi desa, serta menjamin keamanan dan kenyamanan seluruh warga tanpa memandang pilihan politiknya. Pilkades diharapkan menjadi ajang persaingan gagasan yang sehat, bukan sumber konflik yang merugikan warga.
Awak media terus memantau perkembangan situasi di lapangan.
Redaksi: i-News
