IMG 20261007 WA0013
7 / 100 SEO Score

BERAS BANTUAN PEMERINTAH DIDUGA DISIMPAN DI MOBIL PRIBADI PERANGKAT DESA SUDIMORO, TIGA HARI TIDAK DISALURKAN

SIDOARJO – Sebanyak 15 paket bantuan pangan beras dari program pemerintah diduga disimpan di dalam mobil pribadi milik perangkat desa di Desa Sudimoro, Kecamatan Tulangan, Kabupaten Sidoarjo. Bantuan yang seharusnya segera disalurkan kepada warga kurang mampu itu dilaporkan baru ditemukan pada Jumat (11/9/2026), meskipun secara resmi sudah turun dan diterima desa sejak Senin (8/9/2026).

Berdasarkan informasi yang dihimpun, dua nama perangkat desa yang disebut terkait dalam dugaan penyimpangan ini adalah Mohammad Samsuri dan Yuliana. Keduanya diduga menunda penyaluran bantuan sosial tersebut tanpa alasan yang jelas, sehingga menimbulkan keresahan di tengah masyarakat yang menantikan kedatangan bantuan pangan tersebut.

Seorang warga Desa Sudimoro yang enggan disebutkan namanya mengaku kecewa dengan perlakuan aparat desa tersebut. Menurutnya, banyak keluarga di lingkungannya yang sangat membutuhkan bantuan beras untuk kebutuhan sehari-hari.

“Kami di sini banyak yang susah, berharap ada bantuan dari pemerintah. Ternyata malah disimpan di mobil orang desa. Sudah tiga hari tidak dibagikan, apa mau disimpan sampai busuk?” ungkap warga tersebut saat diwawancarai, Senin (14/9/2026).

Hingga berita ini diturunkan, belum ada klarifikasi resmi maupun pernyataan tertulis dari pihak Mohammad Samsuri, Yuliana, maupun Kepala Desa Sudimoro terkait dugaan penundaan penyaluran dan penyimpanan bantuan pangan di kendaraan pribadi.

Masyarakat Desa Sudimoro berharap pihak desa dapat segera bertanggung jawab, memberikan penjelasan yang transparan, dan segera menyalurkan seluruh bantuan pangan tersebut kepada warga yang benar-benar berhak menerimanya sesuai dengan data penerima manfaat yang telah ditetapkan.

Selain itu, warga juga meminta aparat dari Kecamatan Tulangan dan Pemerintah Kabupaten Sidoarjo untuk segera turun tangan melakukan pemeriksaan mendalam terhadap kasus ini. Pengawasan ketat dinilai perlu agar program bantuan sosial yang dibiayai oleh negara dapat tepat sasaran dan tidak disalahgunakan oleh pihak yang tidak bertanggung jawab.

“Kami berharap ada tindakan tegas dari pemerintah kabupaten. Jangan biarkan bantuan rakyat ini menjadi mainan segelintir orang saja,” tegas salah satu tokoh masyarakat setempat.

Tim awak media akan terus memantau perkembangan kasus dugaan penyimpangan bantuan pangan ini dan akan segera menyajikan informasi terbaru setelah mendapatkan klarifikasi resmi dari pihak-pihak terkait maupun instansi berwenang.

Berita ini disusun berdasarkan informasi dari sumber di lapangan. Pihak-pihak yang namanya disebut dalam berita ini berhak memberikan klarifikasi atau bantahan yang akan kami muat secara proporsional dalam berita selanjutnya.

SIDOARJO – Sebanyak 15 paket bantuan pangan beras dari program pemerintah diduga disimpan di dalam mobil pribadi milik perangkat desa di Desa Sudimoro, Kecamatan Tulangan, Kabupaten Sidoarjo. Bantuan yang seharusnya segera disalurkan kepada warga kurang mampu itu dilaporkan baru ditemukan pada Jumat (11/9/2026), meskipun secara resmi sudah turun dan diterima desa sejak Senin (8/9/2026).

Berdasarkan informasi yang dihimpun, dua nama perangkat desa yang disebut terkait dalam dugaan penyimpangan ini adalah Mohammad Samsuri dan Yuliana. Keduanya diduga menunda penyaluran bantuan sosial tersebut tanpa alasan yang jelas, sehingga menimbulkan keresahan di tengah masyarakat yang menantikan kedatangan bantuan pangan tersebut.

Seorang warga Desa Sudimoro yang enggan disebutkan namanya mengaku kecewa dengan perlakuan aparat desa tersebut. Menurutnya, banyak keluarga di lingkungannya yang sangat membutuhkan bantuan beras untuk kebutuhan sehari-hari.

“Kami di sini banyak yang susah, berharap ada bantuan dari pemerintah. Ternyata malah disimpan di mobil orang desa. Sudah tiga hari tidak dibagikan, apa mau disimpan sampai busuk?” ungkap warga tersebut saat diwawancarai, Senin (14/9/2026).

Hingga berita ini diturunkan, belum ada klarifikasi resmi maupun pernyataan tertulis dari pihak Mohammad Samsuri, Yuliana, maupun Kepala Desa Sudimoro terkait dugaan penundaan penyaluran dan penyimpanan bantuan pangan di kendaraan pribadi.

Masyarakat Desa Sudimoro berharap pihak desa dapat segera bertanggung jawab, memberikan penjelasan yang transparan, dan segera menyalurkan seluruh bantuan pangan tersebut kepada warga yang benar-benar berhak menerimanya sesuai dengan data penerima manfaat yang telah ditetapkan.

Selain itu, warga juga meminta aparat dari Kecamatan Tulangan dan Pemerintah Kabupaten Sidoarjo untuk segera turun tangan melakukan pemeriksaan mendalam terhadap kasus ini. Pengawasan ketat dinilai perlu agar program bantuan sosial yang dibiayai oleh negara dapat tepat sasaran dan tidak disalahgunakan oleh pihak yang tidak bertanggung jawab.

“Kami berharap ada tindakan tegas dari pemerintah kabupaten. Jangan biarkan bantuan rakyat ini menjadi mainan segelintir orang saja,” tegas salah satu tokoh masyarakat setempat.

Tim awak media akan terus memantau perkembangan kasus dugaan penyimpangan bantuan pangan ini dan akan segera menyajikan informasi terbaru setelah mendapatkan klarifikasi resmi dari pihak-pihak terkait maupun instansi berwenang.

Berita ini disusun berdasarkan informasi dari sumber di lapangan. Pihak-pihak yang namanya disebut dalam berita ini berhak memberikan klarifikasi atau bantahan yang akan kami muat secara proporsional dalam berita selanjutnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *